DOKTRIN PERTAHANAN DALAM MEWUJUDKAN KEAMANAN MARITIM: PERSPEKTIF POSMODERNISME
DOI:
https://doi.org/10.33172/jpbh.v5i2.358Abstract
Perubahan dalam sistem internasional yang beralih dari perspektif klasik menuju perspektif posmodernisme menimbulkan perubahan tentang pengetahuan dan makna keamanan. Isu-isu tradisional yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian menjadi lebih difokuskan melalui perspektif ini. Fokus perspektif posmodernisme merombak kemapanan yang ada, yang diarahkan pada keamanan individu sehingga terjadi pergeseran doktrin militer yang selama perang dingin berlaku. Kebangkitan kekuatan baru di Asia Pasifik dengan membangun poros maritim dunia secara langsung juga melibatkan Indonesia sehingga melahirkan kebijakan poros maritim. Kebijakan poros maritim seolah barang baru, namun bila dilihat lebih jauh ke belakang merupakan momentum awal yang dapat dijadikan sebagai pijakan menuju kejayaan sebagai negara maritim yang pernah dialami pada masa lalu sejarah Indonesia. Lima pilar yang digelontorkan dalam mendukung poros maritim memerlukan pertahanan maritim yang kuat guna menjamin keamanan maritim dan kedaulatan teritorial. Perubahan orientasi keamanan dengan memperhatikan determinan domestik dan determinan internasional terhadap dimensi maritim harus diimbangi dengan perubahan doktrin yang nantinya akan menghasilkan budaya dan struktur pemerintahan maritim. Poros maritim merupakan pilihan yang tepat ditengah perlunya peningkatan kapasitas negara dalam menjaga kedaulatannya ditengah pergeseran makna kedaulatan akibat globalisasi. Pemikiran poros maritim memerlukan revitalisasi doktrin pertahanan yang memadukan tiga matra dan komponen pemerintahan lainnya serta entitas di luar negara dalam mewujudkan pemerintahan maritim yang disegani dunia.
Â
Kata kunci: perspektif posmodernisme, pertahanan, poros maritim, determinan domestik, determinan internasional, doktrin, revitalisasi.
References
Buku
Burchill, S., A. Linklater, R. Devetak, J. Donnelly, M. Paterson, C. Reus-Smit, & J. True. 2005. Theories of International Relations 3rd ed. New York: Palgrave Macmillan.
Bleiker, R. 2000. "Popular Dissent, Human Agency and Global Politics", dalam S. Burchill, A. Linklater, R. Devetak, J. Donnelly, M. Paterson, C. Reus-Smit, & J. True. Theories of International Relations 3rd Edition. New York: Palgrave Macmillan.
Clark, Maudemarie. Nietzsche on Truth and Philosophy. 1990. New York: Cambridge University Press.
Gordon, Colin (Ed.). 1980. Power/Knowledge. Selected Interviews and Other Writings 1972-1977 Michel Foucault. New York: Pantheon Books.
Jackson, R. & George Sorensen. 1999. Introduction to International Relations. Oxford: Oxford University Press.
Moskos, Charles C. et al. 2010. Militer Pasca Perang Dingin, Militer Posmo: Seri Kajian Sosiologi Militer. Terjemahan Syamsul Maarif. Jakarta: Prenada Media Group.
Lentner, Howard H. 1974. Foreign Policy Analysis: A Comparative and Conceptual Approach. Ohio: Charles E. Merrill Publishing Company.
Mas’oed, Mohtar. 1996. Hubungan Internasional, Disiplin dan Metodologi. Jakarta: LP3ES.
Perwita, Anak Agung Banyu dan Yanyan M. Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Roe, Michael. 2013. Maritime Governance and Policy-making. London: Springer.
Sarup, Madan. 2007. Posstrukturalisme dan Posmodernisme: Sebuah Pengantar Kritis, Terjemahan Medhy Aginta Hidayat. Yogyakarta: Jendela.
Jurnal
Krulak, Charles. 1997. “The Three Block War: Fighting in Urban Areasâ€. Jurnal Vital Speech of the Day. Vol. 64.No. 5. 15 Desember.
Buffaloe, David L. 2006. "Defining Asymmetry Warfare". the Land Warfare Papers. No. 58. Virginia: The Institute of Land Warfare.
Website
Mattis, James N., dan Frank Hoffman, "Future Warfare: The Rise of Hybrid Warsâ€, 2005, dalam http://www.usni.org, diunduh pada 16 Juni 2015.
Mamahit, Bobby R, “Kemenhub: Tol Laut Libatkan 24 Pelabuhan di Seluruh Nusantaraâ€, 2015, dalam http://jurnalmaritim.com/, diunduh pada 16 Juni 2015.
“Menuju Indonesia sebagai Negara Poros Maritimâ€, dalam http://setkab.go.id/, diunduh pada 26 Juni 2015.
“Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia yang Maju dan Mandiriâ€, dalam http://www.bakosurtanal.go.id/, diunduh pada 20 Juni 2015.
“Panglima TNI: Angkatan Laut Tentukan Poros Maritimâ€, dalam http://www.antaranews.com/nasional/umum, diunduh pada 20 Juni 2015.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Proposed Policy for Journals That Offer Open Access. Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Proposed Policy for Journals That Offer Delayed Open Access. Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
