BELA NEGARA MELALUI KAMPANYE PANGAN LOKAL DI MEDIA INTERNET
DOI:
https://doi.org/10.33172/jpbh.v8i2.398Abstract
Pangan merupakan hak mendasar setiap manusia. Masyarakat atau bangsa yang tidak terpenuhi kecukupan pangannya akan berpotensi menimbulkan tidakstabilan ekonomi bahkan dapat menjatuhkan sebuah pemerintah. Ketergantungan terhadap beras sebagai pangan pokok dapat mengancam stabilitas ekonomi dan politik manakala pangan tersebut tidak tercukupi dengan baik. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menghindari ancaman tersebut adalah beralih ke berbagai pangan sumber karbohidrat lainnya yang banyak tumbuh di Indonesia, antara lain ubi jalar, singkong, garut, dan ganyong. Namun demikian, aneka pangan lokal tersebut masih dianggap pangan kelas dua, karena masih kuatnya budaya pangan berbasis nasi dari beras. Karena itu, perlu kampanye pangan lokal di media internet. Internet saat ini berkembang menjadi media yang mampu menjangkau seluruh kalangan secara cepat dan tepat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan sumber data sekunder berupa buku, dokumen, dan jurnal terkait bela negara dan ketahanan pangan. Hasil kajian ini menunjukkan belum maksimalnya pemanfaatan internet sebagai media kampanye pangan lokal ke masyarakat baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah. Sejalan dengan perkembangan pesat internet dan pentingnya melakukan bela negara di semua aspek, kampanye pangan lokal melalui media internet perlu dilakukan oleh semua pihak.Â
Kata Kunci: Bela Negara, Kampanye Pangan Lokal, Internet Â
References
Daftar Pustaka
Buku
Lala M. Kolopaking (ed.) Manajemen Krisis; Protokol Penyelematan dan Pemulihan di Sektor Pangan, Pertanian, dan Perdesaan. (Bogor: IPB Press 2010).
Subagyo, Agus. 2015. Bela Negara. Peluang dan Tantangan di Era Globalisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suryana, A dan Mardianto, S. 2001. Bunga Rampai Ekonomi Beras. Jakarta: Badan Ketahanan Pangan.
Jurnal
Fariastuti Ida. 2017 Media Massa sebagai penggerak tumbuhnya sikap bela negara di kalangan generasi muda. Jurnal Wacana Vol 16 No. 1 Juni 2017.
Khan GF, Yoon HY, Park HW. 2013. Social media communication strategies of government agencies: twitter use in Korea and the USA. Asian Journal of Comm. 24(1): 60-78.
Saputra EA. 2017. Konten fotografi jurnalistik yang menjadi viral di internet. Jurnal Dekave Vol 10 No. 2.
Syah, Dahrul. Riset untuk
Mendayagunakan Potensi Lokal:
Pelajaran dari Industrialisasi Diversifikasi Pangan Diversifikasi pangan (Bogor; IPB Press 2009).
Widodo S. 2011. Implementasi Bela Negara untuk Mewujudkan
Nasionalisme. Jurnal CIVIS Vol.1 No 1.
Website
Hirvijarvi Fanny “Viral marketing and content forwarding on social media: Outlining the key factors behind viral content creation.â€
https://www.theseus.fi/bitstream/ha ndle/10024/129869/ Diakses 5 Juni 2018.
Ray Sanchez “Venezuela: How paradise got lost†dalam
https://edition.cnn.com/2017/04/21/a mericas/venezuela-crisisexplained/index.html, 27 Juli 2017, diakses pada tgl 5 Mei 2018.
Lainnya
BKP, Penganekaragaman Pangan, (Jakarta: Badan Ketahanan Pangan, 2017).
Kementan, Outlook Komoditass Pertanian Sub Sektor Tanaman Pangan, (Jakarta: Kementerian Pertanian, 2016).
Kementan, Rencana Kerja Kementerian Pertanian. (Jakarta: Kementerian Pertanian 2016).
Kementan. Capaian Kinerja Pembangunan Pertanian 2014-2017, (Jakarta: Kementerian Pertanian, 2018).
Lesmana, Tjipta. 2017. Peran Strategis Pupuk bagi Ketahanan Pangan.
Majalah Wira Edisi Khusus 2017. Puskom Publik Kemhan.
Setiono KY. 2017. Bela Negara dalam Perspektif Strategi dan Kebijakan Pertahanan Negara. Majalah Wira Edisi Khusus 2017. Puskom Publik Kemhan.
TNP2K, 100 kabupaten/kota penanganan stunting, (Jakarta: Tim Nasional Percepatan Penanggulangan
Kemiskinan, 2017).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Proposed Policy for Journals That Offer Open Access. Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Proposed Policy for Journals That Offer Delayed Open Access. Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
