ANALISIS NILAI KOEFISIEN LIMPASAN PERMUKAAN PADA EMBUNG KECIL UNTUK PERTANIAN DI PULAU FLORES BAGIAN TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.32679/jsda.v14i2.325Keywords:
embung, evapotranspirasi, koefisien limpasanAbstract
Pulau Flores bagian timur yakni di daerah Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo merupakan kawasan yang masuk dalam kategori semi-arid. Daerah tersebut memiliki curah hujan rata-rata bulanan yang hanya berkisar antara 57,17 – 188,08 mm/bulan, sementara evapotranspirasi rata-rata bulanan yang terjadi lebih tinggi, yakni berkisar antara 164,91 – 185,57 mm/bulan. Oleh karena itu, jumlah ketersediaan air pada musim kemarau cukup rendah, sehingga perlu dilakukan upaya pemanenan air hujan dengan memperbesar kapasitas tampungan permukaan. Salah satu alternatif yang tepat ialah dengan membangun embung. Parameter penting dalam perhitungan ketersediaan jumlah air pada embung ialah nilai koefisien limpasan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan nilai koefisien limpasan permukaan pada 15 buah embung di Pulau Flores bagian timur dengan menggunakanan data curah hujan dan data klimatologi terbaru.
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode analisis matematis diperoleh nilai koefisien limpasan permukaan pada embung kecil di Pulau Flores bagian timur berkisar antara 0,00 - 0,72. Untuk nilai koefisien limpasan permukaan terendah terjadi pada bulan November yang hanya berkisar antara 0,00 – 0,39 dan nilai koefisien limpasan tertinggi terjadi pada bulan Januari yakni berkisar antara 0,48 – 0,72.
References
Asdak, Chay.2010. Hidrologi dan Pengelolahan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: UGM-Press.
Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. 2016. Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka Tahun 2016. Jakarta : CV. Nario Sari.
Kasiro, dkk. 1994. Pedoman Kriteria Desain Embung Kecil untuk Daerah Semi Kering Di Indonesia. Bandung: Puslitbang Pengairan.
Montarcih, Lily, dkk. 2013. Statistika Terapan untuk Teknik Pengairan. Malang: Citra Malang.
Montarcih, Lily. 2013. Hidrologi Praktis. Yogyakarta: Lubuk Agung
Pusat Litbang SDA Bandung. 2016. Rainfall – Runoff Model. Bandung: Balitbang Departemen PU.
Soemarto,CD. 1987. Hidrologi Teknik. Surabaya : Usaha Nasional
Sujendro, 2014.”Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Irigasi Pada Rencana Embung Jetis Suruh, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta”. Jurnal Teknik, Janabrada. 2 (2). http://jurnalteknik,janabrada.ac.id/?page_id=155. (Diakses 11 November 2016 pukul 19.24 wita.)
Tambun, Nohanamian. 2011. “Perhitungan Debit Andalan Sebagai Sumber Air Bersih PDAM Jayapura”. Digital Librari, ITS. 33001120000215.
http://digilib.its.ac.id/ITS-Undergraduate-33001120000215/19529. (Diakses 11 November 2016 pukul 21.35 wita.)
Triatmodjo, Bambang. 2008. Hidrologi Terapan. Cetakan Kedua. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Firmansyah, Hilman. 2011. “Pengertian Dalam Buletin Analisis Hujan”, http://staklimlasiana. blogspot.com/2011/05/pengertian-dalam-buletin-analisis-hujan.html (Diakses 28 Febuari 2017 pukul 17.08)
Panjaitan, Djuang. 2012. “Kajian Evapotranspirasi Potensial Standar Pada Daerah Irigasi Muara Jalai Kabupaten Kampar Provinsi Riau”. Jurnal Aptek. 4 (1), http://e-journal.upp.ac.id/ index.php/aptk/article/view/55.(Diakses 11 November 2016 pukul 20.00 wita.)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish in Jurnal Sumber Daya Air agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).