PENGELOLAAN BANJIR BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS: KABUPATEN BOJONEGORO)

Authors

  • Oky Subrata

DOI:

https://doi.org/10.32679/jsda.v8i2.368

Keywords:

Pengelolaan banjir, peta ancaman banjir, organisasi siaga bencana, prosedur tetap, evakuasi korban banjir

Abstract

Aspek utama pengelolaan banjir berbasis masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur adalah kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Pengelolaan banjir ini merupakan kegiatan non struktural yang dilaksanakan di dua desa yaitu Kedung Sumber dan Semen Pinggir. Banjir yang terjadi di kedua desa tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Desa Kedung Sumber berada di Hulu Kali Pacal dengan banjir bandangnya sedangkan Desa Semen Pinggir di Hilir Kali Pacal dan merupakan pertemuan dengan Sungai Bengawan Solo dengan banjir genangannya. Makalah ini menyajikan kegiatan pengelolaan banjir yang menerapkan dua metode pendekatan sosial yang berbeda. Desa Kedung Sumber menerapkan “Participatory Rural Appraisal” (pedesaan), sedangkan Desa Semen Pinggir menerapkan “Participatory Urban Appraisal” (perkotaan). Kegiatan pengelolaan banjir ini terdiri dari identifikasi sejarah banjir, pembuatan peta ancaman banjir dan jalur evakuasinya, pembentukan organisasi siaga bencana, pembuatan prosedur tetap evakuasi korban banjir dan pengelolaan stasiun hujan telemetri yang mengirim SMS sebagai awal sistem peringatan dini banjir. Kesimpulan antara lain menunjukan bahwa metode pendekatan sosial yang tepat diperlukan dalam pelaksanaan survei sosial dan pelibatan masyarakat sebagai narasumber dan pelaku utama menjadi kunci keberhasilan kegiatan. Ada dua kelemahan dari kegiatan ini. Pertama, belum adanya evaluasi terhadap organisasi siaga bencana yang didirikan. Kedua, penekanan kegiatan diutamakan pada alat peringatan dini yang hanya berlaku di musim penghujan.

References

Hill, C. 2009. Flash Flood Warning Systems Slides, Visiting Scientist, UCAR/COMET.

Deltares. 2011. Interim Report TA 7276 Indonesia_reg, Supporting Investments in Water-Related Disaster Management, Indonesia Component Bengawan Solo Flood Management. Belanda.

Fathoni, F. dan Legono, D. 2011. Presentasi SOP dan Organisasi Siaga Bencana - Desa Semen Pinggir dan Desa Kedung Sumber. Bojonegoro. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

International Strategy for Disaster Reduction and Federal Foreign Office. Konferensi Internasional Ketiga tentang Peringatan Dini dari konsep ke tindakan. 2006. Membangun Sistem Peringatan Dini: Sebuah Daftar Periksa. Bonn, Jerman

Marpaung, R. 2009. Penelitian Sosial Ekonomi Bencana Debris Sungai Jeneberang. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Komunitas Sabo Tinggal di Daerah Rawan Bencana Debris Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa. Puslitbang Sosekling, Jakarta.

Santoso, H. dan Taufik, M. 2009. Studi Alternatif Jalur Evakuasi Bencana Banjir dengan Menggunakan Teknologi SIG di Kabupaten Situbondo. http://digilib.its.ac.id/studi-alternatif-jalur-evakuasi-bencana-banjir-dengan-teknologi-sig-di-kabupaten-situbondo-10153.html

Sobirin, S. 2011. Puslitbang Sumber Daya Air. Quarterly Report 10, Survei Sosial di Desa Sampangan dan sekitarnya, Kota Semarang. Semarang

Sobirin, S. 2011. JICA, Supporting REPORT for ADB-JWA- Bengawan Solo Watershed. Solo.

Published

2018-03-13

How to Cite

Subrata, O. (2018). PENGELOLAAN BANJIR BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS: KABUPATEN BOJONEGORO). JURNAL SUMBER DAYA AIR, 8(2), 125–140. https://doi.org/10.32679/jsda.v8i2.368

Issue

Section

ARTIKEL

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.