Evaluasi Kinerja Proses Aufekotek Untuk Pengendalian Limbah Cair Pabrik Tahu Di S.Cipeles
DOI:
https://doi.org/10.32679/jsda.v6i1.386Keywords:
Limbah Cair Tahu, Ekoteknologi, Anaerobic Upflow Filter (AUF), BOD, CODAbstract
Terdapat sejumlah pabrik tahu di Sumedang, dimana salah satu pabrik membuang limbahnya ke Sungai Cipeles dengan kadar BOD 2.3106.680
mg/L, COD 1.9318.900 mg/L, temperatur tinggi dan bersifat asam. Akibatnya terjadi peningkatan pencemaran sungai, yaitu BOD 40%, dan COD 30 %, karena Sungai Cipeles merupakan hulu Waduk Jatigede, maka perlu dijaga kelestariannya, Saat ini pabrik tersebut mengolah limbahnya pada prototip Puslitbang Sumber Daya Air yang merupakan gabungan proses anaerobic dengan Ekoteknologi, tetapi masih perlu diketahui kinerjanya. Metode penelitian dilaksanakan dengan cara mengukur inlet dan outlet Unit Ekoteknologi untuk ketiga jenis tanaman (Iris versicolor, Fimbristylis globusa dan Typha latifolia) dengan proses adaptasi, melalui aklimatisasi di unit AUF. Kesimpulan dari penelitian ini adalah BOD outlet pengolahan dengan pengenceran ketiga jenis tanaman sesuai dengan BMLC (Baku Mutu Limbah Cair) Gol.I, sedangkan COD yang memenuhi BMLC Gol.1 yaitu Iris versicolor dan Typha latifolia. Selanjutnya COD pengolahan tanpa pengenceran ketiga jenis tanaman memenuhi kriteria BMLC Gol.1. Apabila emisi limbah meningkat tiba tiba, kerja mikroorganisme cenderung gagal (berbau dan mikroba punah). Hal ini dapat diatasi dengan pengulangan aklimatisasi dan pengoperasian bertahap dengan dan tanpa pengenceran.
mg/L, COD 1.9318.900 mg/L, temperatur tinggi dan bersifat asam. Akibatnya terjadi peningkatan pencemaran sungai, yaitu BOD 40%, dan COD 30 %, karena Sungai Cipeles merupakan hulu Waduk Jatigede, maka perlu dijaga kelestariannya, Saat ini pabrik tersebut mengolah limbahnya pada prototip Puslitbang Sumber Daya Air yang merupakan gabungan proses anaerobic dengan Ekoteknologi, tetapi masih perlu diketahui kinerjanya. Metode penelitian dilaksanakan dengan cara mengukur inlet dan outlet Unit Ekoteknologi untuk ketiga jenis tanaman (Iris versicolor, Fimbristylis globusa dan Typha latifolia) dengan proses adaptasi, melalui aklimatisasi di unit AUF. Kesimpulan dari penelitian ini adalah BOD outlet pengolahan dengan pengenceran ketiga jenis tanaman sesuai dengan BMLC (Baku Mutu Limbah Cair) Gol.I, sedangkan COD yang memenuhi BMLC Gol.1 yaitu Iris versicolor dan Typha latifolia. Selanjutnya COD pengolahan tanpa pengenceran ketiga jenis tanaman memenuhi kriteria BMLC Gol.1. Apabila emisi limbah meningkat tiba tiba, kerja mikroorganisme cenderung gagal (berbau dan mikroba punah). Hal ini dapat diatasi dengan pengulangan aklimatisasi dan pengoperasian bertahap dengan dan tanpa pengenceran.
Downloads
Published
2018-03-16
How to Cite
Hidayat, R. (2018). Evaluasi Kinerja Proses Aufekotek Untuk Pengendalian Limbah Cair Pabrik Tahu Di S.Cipeles. JURNAL SUMBER DAYA AIR, 6(1), 87–100. https://doi.org/10.32679/jsda.v6i1.386
Issue
Section
ARTIKEL
Citation Check
License
Authors who publish in Jurnal Sumber Daya Air agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).