IDENTIFIKASI LEVEL KERENTANAN PROVINSI BALI DENGAN METODE PAIRWISE COMPARISON

Authors

  • Huda Bachtiar

DOI:

https://doi.org/10.32679/jsda.v9i1.359

Keywords:

Kerentanan, metode perbandingan berpasangan, analisis hirarki, deliniasi, rencana tata ruang

Abstract

Identifikasi kerentanan di Provinsi Bali telah dilakukan menggunakan metode perbandingan berpasangan. Metode ini berdasarkan proses analisis hirarki, yaitu membandingkan suatu elemen objek dengan pembobotan untuk mengklasifikasikan suatu level. Parameter yang ditinjau dalam identifikasi kerentanan ini adalah tata guna lahan, infrastruktur, elevasi, kemiringan, dan kerentanan total. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengevaluasi level kerentanan terhadap parameter yang ditinjau. Identifikasi level kerentanan total tahun 2012 menunjukkan daerah Bali Selatan (Denpasar) memiliki level tinggi karena besarnya populasi penduduk dan lengkapnya fasilitas infrastruktur pendukung pariwisata, sedangkan level rendah terdapat di daerah Bali Utara. Pada tahun 2030, level tinggi dari kerentanan total di Kota Denpasar meluas karena meningkatnya jumlah penduduk dan rencana pengembangan tata guna lahan. Selain itu, level kerentanan di Kabupaten Badung berubah dari level rendah menjadi level moderat karena adanya perluasan area pariwisata. Berdasarkan hasil simulasi dapat diketahui wilayah dengan tingkat kerentanan paling tinggi, yaitu wilayah yang memiliki genangan paling luas. Dalam hal ini, deliniasi wilayah-wilayah tersebut harus tampak jelas pada peta sehingga dapat diterapkan dalam rencana tata ruang kota/wilayah.

References

Abdi, H., and Lynne J. William. 2010. Newman-Keuls Test and Tukey Test. In Neil Salkind (Ed.), Encyclopedia of Research Design. Thousand Oaks, CA: Sage. The University of Texas, Dallas, USA.

Anggraeni, D. 2004. Tugas Akhir: Kajian Risiko Tsunami Flores 1992 Menggunakan Pemodelan Numerik dan Sistem Informasi Geografis. Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Chamber, R. 2009. Climate Vulnerability and Capacity Analysis Handbook. University of Sussex, UK.

GLCF. 2012. Peta Topografi Bali Resolusi 90 meter. University of Maryland, USA. (alamat Website, http://glcf.umiacs.umd.edu/; diakses 1 Februari 2012).

Indrawan, B. 2011. Tugas Akhir : Kajian risiko kenaikan muka laut di pulau Tarakan. Program Studi Oseanografi, Institut Teknologi Bandung, Bandung

Kaiser, C. 2007. Coastal Vulnerability to Climate Change and Natural Hazards. Forum DKKV/CEDIM: Disaster Reduction in Climate Change. Karlsruhe University, Kiel.

Kim, S., C. A. Arrowsmith, and J. Handmer. 2009. Assessment of Socioeconomic Vulnerability of Coastal Areas from an Indicator Based Approach, Journal of Coastal Research, 21(5): 942-952.

Latief, H. et al. 2010. Synthesis Report Risk and Adaptation Assessment to Climate Change in Lombok Island, West Nusa Tenggara Province. Ministry of Environment, Indonesia.

Latief, H., I. Sofyan, dan M. S. Fitriyanto. 2010. Basis Sains Perubahan Iklim Berkenaan dengan Kenaikan Muka Air Laut dan Kejadian Iklim Ekstrem. Slide Presentasi, Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung, Bandung

Saaty, T. L. 1980. The Analytic Hierarchy Process: Planning, Priority Setting, Resource Allocation. McGraw-Hill International Book, New York.

UNEP (United Nations Environment Programme). 2006. Assessing Coastal Vulnerability: Developing Global Index for Measuring Risk, New York.

Published

2018-03-13

How to Cite

Bachtiar, H. (2018). IDENTIFIKASI LEVEL KERENTANAN PROVINSI BALI DENGAN METODE PAIRWISE COMPARISON. JURNAL SUMBER DAYA AIR, 9(1), 1–12. https://doi.org/10.32679/jsda.v9i1.359

Issue

Section

ARTIKEL

Citation Check

Similar Articles

<< < 9 10 11 12 13 14 

You may also start an advanced similarity search for this article.