PEMETAAN ALUR SUNGAI BAWAH PERMUKAAN DENGAN RESISTIVITAS ELEKTRIK DI DAERAH GUNUNGKIDUL

Authors

  • Adang Sadikin

DOI:

https://doi.org/10.32679/jsda.v9i1.360

Keywords:

Batugamping, air tawar, sungai bawah permukaan, metode tahanan jenis, pemetaan

Abstract

Secara geologi, sebagian besar wilayah Kabupaten Gunungkidul bagian Selatan merupakan penyebaran Formasi Wonosari, yang disusun oleh batugamping. Permukaan tanah kawasan ini merupakan daerah kering yang mengalami kesulitan sumber air baku, meskipun sebenarnya di daerah ini terdapat cukup banyak sumber air berupa sungai bawah permukaan atau gua atau luweng berair. Tahun 1982 MacDonald telah mendokumentasikan 160 gua dan luweng dari 246 yang telah diketahui masyarakat, beberapa di antaranya telah dimanfaatkan seperti Gua Bribin dan sungai bawah permukaan Baron. Di daerah bagian barat Kabupaten Gunungkidul masih sangat sedikit informasi yang diperoleh, salah satunya dari penuturan masyarakat nelayan pencari udang (lobster) terdapat Gua Bekah yang berair tawar. Gua ini terletak di dasar tebing yang memiliki kedalaman lebih dari 80 m. Eksplorasi tahap awal dilakukan dengan metode resistivitas secara dua dimensi. Hasil interpretasi menunjukkan terdapat indikasi gua dan sungai bawah tanah berair tawar. Iso-pach kedalaman gua dari permukaan tanah yang bergelombang berkisar antara 80 m sampai 200 m di bawah muka tanah. Pemanfaatan air dari gua Bekah dapat dilakukan melalui pemipaan yang dipasang pada tebing sampai masuk ke gua, atau melalui pengeboran. Posisi pengeboran disarankan berdasarkan hasil interpretasi untuk pembuatan sumur bor adalah pada koordinat 110o22’23.6388” BT 8o4’2.874” LS.

References

Assad Fakhry A. 2004. Field Methodes for Geologist and Hydrogeologists, Springer – Verlag Berlin Heidelberg 2004, Printed in Germany Pp 69-72 .

Hendra Grandis DR. 2008. “Metode Geolistrik”, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung. Pp 1-42.

Kirsch Reinhard. 2006. Groundwater Geophysics, A Tool For Hydrogeology, Springer-Verlag Berlin Heidelberg 2006, Printed in Germany. Pp 85-116, 402-436.

Kollert. 1969. Groundwater Exploration By The Electrical Resistivity Method, Geophysical Memorandum 3/69, Geophysics & Electronics, Atlas Copco ABEM, Sweden. Pp 1 – 9.

MacDonald & Partners. 1984. Greater Yogyakarta Groundwater Resources Study, Volume 3 Groundwater, Volume 3C Cave Survey, Ministry of Public Works .

Rahardjo, W., Sukandarrumidi, dan Rosidi, H.M.D. 1995. Peta Geologi Lembar Yogyakarta, Jawa, Skala 1 : 100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Soewaeli Adang S. 2012. Interpretasi Kualitas Air Tanah Dari Hasil Pengukuran Geolistrik Di Pantai Balonrejo, Jawa Tengah, Jurnal Teknik Hidraulik Vol.3 No.1, ISSN 2087-3611, Puslitbang Sumber Daya Air.

Santamarina Carlos J. 2012. Electromagnetic Waves and Particulate Materials, Georgia Institute of Technologi,http://alertgeomaterials.eu/ wp-content/uploads/2012/10/Presenta-tion-Electromagnetic-Waves.pdf

Published

2018-03-13

How to Cite

Sadikin, A. (2018). PEMETAAN ALUR SUNGAI BAWAH PERMUKAAN DENGAN RESISTIVITAS ELEKTRIK DI DAERAH GUNUNGKIDUL. JURNAL SUMBER DAYA AIR, 9(1), 13–24. https://doi.org/10.32679/jsda.v9i1.360

Issue

Section

ARTIKEL

Citation Check

Similar Articles

<< < 10 11 12 13 14 15 16 17 18 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.