Identifikasi Potensi Air Tanah Untuk Keberlanjutan Sumber Daya Air: Kasus Di DAS Cicatih cimandiri Kabupaten Sukabumi Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.32679/jsda.v6i1.380Keywords:
Air tanah, survei geolistrik, pemetaan air tanah, keberlanjutan sumber daya airAbstract
Saat ini tidak lebih dari 50% pasokan air bersih penduduk dipenuhi dari PDAM, sehingga air tanah menjadi salah satu sumber air yang diandalkan penduduk sebagai alternatif air PDAM. Kurangnya pemahaman dan
kondisi air tanah saat ini yang terjadi di masyarakat, menimbulkan permasalahan yang sangat merugikan dan mengancam keberlangsungan ketersediaan air bersih masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut,
penggunaan air yang sangat berlebihan serta kurangnya lahan resapan, menjadi penyebab utama menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air tanah. Peningkatan jumlah penduduk akan semakin meningkatkan kebutuhan air tanah, sedang kondisinya akan semakin terbatas. Hal tersebut menjadi suatu permasalahan yang serius karena kondisi kelestarian sumber air saat ini memiliki peranan yang penting
bagi keberlangsungan kehidupan yang akan datang. Untuk itu diperlukan upaya untuk memberikan informasi mengenai keberadaan air tanah baik potensi maupun debitnya untuk memberikan gambaran di mana air tanah tersebut ditemukan. Makalah ini menyajikan identifikasi air tanah yang dilakukan melalui survei geolistrik dengan alat Terameter (Resistivity Meter) dengan cara menembakkan arus listrik ke dalam tanah dengan memakai elektrodaelektroda dan mengambil nilai hambatannya dalam dimensi waktu respon. Hasil pengukuran menunjukkan sifat material di bawah permukaan bumi sampai kedalaman 200 meter tanpa melalui pengeboran. Dari sifat material bawah tanah tersebut dapat diketahui tahanan jenis dan ketebalan akifernya untuk menentukan pemetaan potensi air tanah di wilayah tersebut.
kondisi air tanah saat ini yang terjadi di masyarakat, menimbulkan permasalahan yang sangat merugikan dan mengancam keberlangsungan ketersediaan air bersih masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut,
penggunaan air yang sangat berlebihan serta kurangnya lahan resapan, menjadi penyebab utama menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air tanah. Peningkatan jumlah penduduk akan semakin meningkatkan kebutuhan air tanah, sedang kondisinya akan semakin terbatas. Hal tersebut menjadi suatu permasalahan yang serius karena kondisi kelestarian sumber air saat ini memiliki peranan yang penting
bagi keberlangsungan kehidupan yang akan datang. Untuk itu diperlukan upaya untuk memberikan informasi mengenai keberadaan air tanah baik potensi maupun debitnya untuk memberikan gambaran di mana air tanah tersebut ditemukan. Makalah ini menyajikan identifikasi air tanah yang dilakukan melalui survei geolistrik dengan alat Terameter (Resistivity Meter) dengan cara menembakkan arus listrik ke dalam tanah dengan memakai elektrodaelektroda dan mengambil nilai hambatannya dalam dimensi waktu respon. Hasil pengukuran menunjukkan sifat material di bawah permukaan bumi sampai kedalaman 200 meter tanpa melalui pengeboran. Dari sifat material bawah tanah tersebut dapat diketahui tahanan jenis dan ketebalan akifernya untuk menentukan pemetaan potensi air tanah di wilayah tersebut.
Downloads
Published
2018-03-16
How to Cite
Rejekiningrum, P. (2018). Identifikasi Potensi Air Tanah Untuk Keberlanjutan Sumber Daya Air: Kasus Di DAS Cicatih cimandiri Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. JURNAL SUMBER DAYA AIR, 6(1), 1–16. https://doi.org/10.32679/jsda.v6i1.380
Issue
Section
ARTIKEL
Citation Check
License
Authors who publish in Jurnal Sumber Daya Air agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).